Menanggapi kekhawatiran yang berkembang mengenai pasar taruhan ilegal dan judi online, Bank Sentral Brasil (BACEN) memperkuat pengawasan terhadap transaksi finansial yang meragukan. Langkah ini diambil setelah ada peringatan dari Pengadilan Akun Federal (TCU) Brasil terkait lemahnya pengawasan aktivitas tersebut. BACEN telah menetapkan kebijakan baru yang menargetkan individu dan entitas yang terlibat dalam perjudian ilegal dengan tujuan memperluas analisis risiko penipuan serta mengidentifikasi transaksi terkait platform judi daring yang beroperasi tanpa izin resmi.
Alasan dan Tujuan Kebijakan
BACEN meluncurkan resolusi tersebut bersamaan dengan peringatan dari TCU yang menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat. Berdasarkan audit, diperkirakan sekitar 41% hingga 51% pasar judi dikuasai oleh aktivitas ilegal, dengan transaksi tahunan antara BRL26 miliar hingga BRL40 miliar.
Aturan Baru dan Implementasi
Peraturan baru termasuk klausul khusus untuk taruhan. Mulai 30 November 2026, lembaga keuangan wajib meningkatkan pemantauan dan pelaporan data terkait indikasi penipuan, termasuk operator taruhan tanpa izin. Mulai 1 Desember, semua transaksi mencurigakan yang berhubungan dengan taruhan ilegal wajib dilaporkan. Sistem akan mencatat keterlibatan individu yang memakai situs ilegal dan perusahaan yang mendukung pembayaran tersebut.
Harapan dan Tindak Lanjut
Sistem Pelaporan Penipuan, yang juga digunakan untuk mengawasi penipuan transaksi Pix, akan diterapkan untuk memantau aktivitas ini. Laporan TCU menyoroti bahwa risiko seperti pencucian uang, pengaturan hasil pertandingan, dan penghindaran pajak bisa timbul dari perjudian ilegal. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu BACEN mengurangi dampak negatif aktivitas tersebut dan memajukan ketertiban di pasar perjudian. Selain itu, langkah ini mendukung pemerintah dalam mengawasi dan menerapkan rekomendasi pengawasan yang lebih efektif.